Pemerintah Kabupaten Serang melalui BPBD Kabupaten Serang terus berkomitmen kuat dalam upayanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana serta memperkuat layanan pemadam kebakaran (Damkar) demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan upaya mitigasi bencana dan penguatan layanan darurat menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berorientasi pada keselamatan warga.
Dalam pernyataannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas Damkar Kabupaten Serang yang selama ini berada di garda terdepan dalam menangani berbagai situasi darurat.
“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas Damkar yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan pengabdian tanpa batas dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, Kabupaten Serang menjadi fokus penguatan kesiapsiagaan lintas sektor. Pada awal tahun 2026, hampir seluruh kecamatan terdampak bencana, mulai dari banjir hingga longsor.
“Kita mencatat dari 29 kecamatan, 28 di antaranya terdampak bencana. Ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah atau BPBD,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Edukasi mengenai mitigasi risiko dinilai penting agar masyarakat mampu melakukan langkah awal penanganan sebelum bantuan tiba.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Serang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya memperkuat layanan darurat di Kabupaten Serang | Dok. Diskominfosatik Kab. Serang
“Masyarakat perlu memahami langkah-langkah mitigasi risiko agar dapat meminimalkan dampak bencana sembari menunggu bantuan dari petugas,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas aparatur terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Serang telah mengirim sejumlah personel untuk mengikuti sertifikasi guna meningkatkan profesionalisme dan kompetensi di lapangan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan keahlian petugas agar risiko, khususnya bagi petugas di lapangan, dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Dari aspek sarana dan prasarana, Pemkab Serang juga melakukan penguatan armada Damkar. Saat ini tersedia empat hingga enam unit mobil pemadam kebakaran yang melayani masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah jumlah armada guna memperluas jangkauan layanan.
“Insya Allah ke depan akan kami kaji dan anggarkan penambahan kendaraan Damkar agar pelayanan bisa menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati menilai pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai perangkat daerah tersendiri menjadi langkah strategis yang perlu dikaji secara matang, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Damkar memiliki tugas yang cukup kompleks, mulai dari pemadaman kebakaran hingga evakuasi dan penanganan kondisi darurat lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kelembagaan yang lebih komprehensif,” pungkasnya. (Adv)
